Buah & Manusia

Buah & Manusia

Tuesday, January 6, 2015

Buah buahan di zaman Mesopotamia

Air memiliki peran penting bagi kehidupan di bumi dan juga penting bagi terciptanya sebuah peradaban. Peradaban pertama bermula di sebuah lembah sungai yang memiliki kelimpahan air serta mendukung pertanian dalam skala besar. Pertanian skala besar mampu menghidupi populasi manusia dalam skala besar juga. Kota pertama yang lahir di bumi adalah kota Mesopotamia. Kota ini sangat didukung oleh hasil pertanian yang melimpah dan jumlah pasokan air yang cukup.


Mesopotamia terletak di daerah antara sungai Euphrat da Tigris. Daerah ini sekarang menjadi Irak, Kuwait, sebagian Syria, Turki dan Iran. Kota ini dimulai sekitar 3100 SM.



Kebun kebun di Mesopotamia dialiri air yang melewati kanal kanal air. Di kebun Mesopotamia ditanami sayur dan buah. Buah yang dibudidayakan antara lain apel, aprikot, ceri, fig, melon, delima, pear dan quince (safarjal).


Buah yang paling penting ditanam di Mesipotamia adalah kurma. Buah kurma mengandung kadar gula dan zat besi juga mudah diawetkan. Pohon kurma mampu tumbuh di tanah dengan kadar garam relatif tinggi. Pohon kurma merupakan tanaman buah pertama yang didomestikasi para petani Mesopotamia.

Pilih mana? Membeli atau Menanam Sendiri?


Mungkin tidak semua orang memiliki hasrat bercocok tanam,  tetapi ketika datang ide untuk menanam buah-buahan dan sayuran Anda sendiri itu mungkin ide yang bisa dipertimbangkan. Buah-buahan dan sayuran yang anda tanam sendiri menawarkan nutrisi tertinggi dengan meminimalisir penggunaan bahan kimia berbahaya. Jika anda memiliki lahan yang luas anda perlu mencoba menanam buah sendiri. Bahkan dengan lahan terbatas anda masih dapat mengakalinya dengan menanam tanaman buah dalam pot, tabulampot.

Kebanyakan pria dan wanita berpikir bahwa sulit untuk menanam dan memelihara taman; jujur ini tidak sesulit yang dibayangkan untuk menanam tanaman buah. Faktanya, aktivitas menanam bisa dijadikan sebagai alternative kegiatan yang menyenangkan bagi anggota keluarga, menyenangkan dan bermanfaat. Mengolah media tanam dan penyiangan, penyiraman dan pemetikan, tahapan tersebut bisa dibagi pada setiap anggota keluarga. Bisa mengurangi stress akibat beban kerja sehari hari dan bisa bermanfaat sebagai sumber makanan bernutrisi bagi anda dan keluarga.
  


Buah dan sayur yang anda tanam di kebun sendiri tidak akan mengandung pestisida yang berbahaya dan terjamin kesegarannya. Walau bagaimanapun juga anda sendiri yang menanamnya kan? Bahkan beberapa orang mendapati bahwa dengan menanam sendiri, merupakan cara untuk menyediakan suplai buah dan sayuran yang kontinyu sehingga bisa dijadikan stock saat musim kemarau.

Jika anda masih ragu menanam sendiri, maka cobalah memulai dengan menanam dalam skala kecil dulu. Mulailah dengan menanam tanaman buah dan sayur yang anda biasa makan. Cukup dengan pot kecil dan benih tanaman sebagai penyemaian. Setelah tanaman kecil mulai keluar dari tanah, anda tinggal menyiapkan media tanam atau lahan yang lebih besar. Cara merawat tanaman yang satu bisa jadi berbeda dengann tanaman yang lain, maka cobalah cari petunjuk, salah satunya dengan membeli buku cara tanam tanaman tertentu atau anda bisa mencarinya di internet.


Jika anda ingin untuk meningkatkan kualitas hidup dengan memakan makanan yang lebih baik, maka tidak ada salahnya anda mencoba menanam sendiri. Jika anda mulai kerasan dan nyaman dengan aktivitas menanam sendiri makan cobalah untuk memperluas kebuna anda atau memperbanyak jumlah pot anda. Bagaimanapun juga ini akan memberikan anda pengalaman tersendiri dan manfaat banyak dengan memakan buah dan sayur yang anda tanam sendiri.

Perlukah mencuci buah sebelum dimakan?

Mencuci buah sebelum dikonsumsi sangat dianjurkan. Kotoran atau serangga bias jadi menempel di permukaan buah. Buah yang diproduksi secara komersil atau buah hasil budidaya skala besar juga biasanya terdapat residu atau sisa pestisida yang menempel. Sebelum disajikan cuci terlebih dulu buah yang akan disajikan.



Buah Ceri, Blackberry, Raspberry dan Strawberry hendaknya disimpan dalam wadah yang bersih di dalam lemari es. Saat buah akan dimasak atau disajikan untuk dimakan, tempatkan dalam wadah yang berlubang lalu siram dengan air dingin secara merata dan perlahan.

Buah seperti Apel, Pear dan Plum, cucilah segera setelah sampai di rumah. Dengan cara tersebut buah akan siap disantap anggota keluarga sewaktu – waktu.


Ada beberapa pendapat tentang cara mencuci buah yang dikonsumsi bagian dalamnya atau tertutup kulit yang bias dikelupas. Contohnya Pisang, Jeruk, Semangka, Melon, dsb. Meskipun bias dipisahkan dari bagian kulitnya, kotoran atau residu pestisida dapat terbawa oleh pisau saat mengiris atau mengupas kulitnya. Maka akan lebih baik jika buah jenis inipun dicuci dulu begitu sampai di rumah atau dicuci sebelum dipotong potong. 


Manusia Jaman Dulu Makan Buah Apa?

Para arkeolog sudah banyak melakukan pengetahuan untuk mengetahui diet manusia jaman purba. Salah satu caranya adalah dengan meneliti gigi geligi dan tulang belulang manusia purba. Mereka juga meneliti tempat sampah dimana terdapat sisa sisa makanan yang telah menjadi fosil. Dari lubang pembuangan sampah bisa diteliti adanya biji bijian, tulang hewan, cangkang hewan laut dsb.

Salah satu jaman dimana manusia mulai memakan buah adalah jaman Peleolitikum. Pada jaman itu manusia hidup secara nomaden, berpindah dari satu wilayah ke wilayah yang lain. Dalam perjalanannya hamper semua makanan didapat dari buah tanaman liar dan hewan buruan. Budaya ini berlangsung selama 2,5 juta tahun dan berakhir kurang lebih 10.000 tahun laluketika mulai ditemukan system bercocok tanam dan domestikasi hewan. Tentunya demikian juga mulai adanya bercocok tanam tanaman buah.

Berikut adalah contoh peradaban kuno dan contoh buah yang lazim dikonsumsi pada saat itu.

1. Peradaban lembah Indus
Masyarakat lembah Indus memelihara sapi, babi, domba dan kambing sebagai sumber nutrisi hewani. Sedangkan para petani menanam tanaman buah seperti kurma, anggur dan melon dan tanaman budidaya lainnya seperti gandum dan kacang polong.

2. Peradaban Mesir Kuno
Tidak diragukan lagi bahwa bangsa Mesir Kuno memiliki sumber bahan makanan yang lebih bervariasi dikarenakan tanahnya yang subur. Buah yang paling popular di jaman Mesir Kuno adalah buah Kurma yang kaya akan kandungan gula dan protein. Buah selain kurma yang biasa dikonsumsi adalah Anggur, Semangka dan buah Plum.




Dari sedikit bukti di atas sudah tidak diragukan lagi bahwa hubungan manusia dan buah buahan sudah berlangsung harmonis sejak dulu kala. Bahkan buah bisa dikatakan merupakan makanan pertama manusia sebelum manusia mengenal cara mengolah bahan makanan.

Apa itu Buah?

Ada dua pengertian buah yaitu pengertian buah dari Ilmu Botani dan Ilmu Pangan.

Dari Ilmu Botani, buah diartikan sebagai organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Sedangkan dari Ilmu Pangan, buah memiliki arti yang lebih luas. Buah dari pengertian Ilmu Pangan tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah saja. Karena itu untuk membedakannya, buah yang sesuai dengan Ilmu Botani dinamakan buah sejati.

Contoh buah yang termasuk buah sejati antara lain papaya, manga, mentimun, delima, apel nanas, durian, dll.



Contoh buah semu atara lain jambu monyet, ciplukan, arbei, nangka dll.